Selayang Pandang Mohammad Natsir

Jakarta, Swamedium.com — Di antara tokoh besar yang pernah dimiliki bangsa ini adalah Allahyarham Mohammad Natsir. Pemikiran dan perjuangannya tak perlu diragukan lagi. Sejarah merekam bagaimana Natsir, dengan kepribadiannya yang berkilau, mampu menjadi teladan. Natsir sosok yang komplet. Ia seorang ulama, dai, guru, politisi, negarawan, dan mentor para aktivis Islam. Pada masanya, ia dijuluki sebagai “Sang Maestro Dakwah” dan “Jenderalnya Para Ulama” di negeri ini.

Dalam kepribadian Natsir tercermin dua hal yang sangat mencolok; kesederhanaannya dalam hidup, dan keteguhannya dalam memegang prinsip perjuangan.

Ia tokoh besar yang tak hanya dimiliki bangsa, tetapi juga dunia Islam. Namanya harum di kalangan tokoh-tokoh dunia, dan menjadi perbincangan di antara mereka. Jika ada tokoh umat dari negeri ini yang berkunjung ke dunia Islam, maka kabar Natsir selalu ditanyakan, “Bagaimana kabarnya Tuan Natsir?”

Sebagai seorang Muslim yang terikat dengan keimanannya, Natsir memiliki kepeduliaan yang tinggi terhadap dunia Islam, terutama negara-negara yang sedang mengalami kesusahan. Ia terlibat aktif dalam membantu rakyat Tunsia untuk bebas dari penjajahan. Ia juga mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk perjuangan rakyat Palestina. Ia tak hanya memikirkan bangsa ini, tetapi juga memikirkan bangsa-bangsa lainnya yang masih berada dalam penindasan. Inilah konsekwensi dari keimanan. Innamal mu’minuna ikhwatun!

Tak mengherankan jika sosok Natsir selalu ditunggu-tunggu kehadiran dan ide-idenya di forum-forum internasional. Berbagai jabatan penting di berbagai organisasi internasional di dunia Islam pernah diamanahkan kepadanya. Natsir memposisikan dirinya sebagai khadimul ummah (pelayan umat), yang harus setia membantu untuk memecahkan segala persoalan kaum muslimin, baik di negeri ini maupun di luar negeri.

Mohammad Natsir adalah sosok yang moderat dalam pemikiran, namun teguh dalam memegang prinsip dan memperjuangkan kebenaran. Jiwanya tidak bisa dibeli. Kepribadiannya tidak goyah dan silau oleh godaan-godaan dunia. Pemikirannya melampaui zamannya. Ia serius dalam mengkader generasi penerus, agar dakwah di negeri ini terus berjalan dan memberikan sebanyak-banyaknya kemaslahatan.



sumber SwaMedium https://www.swamedium.com/2019/09/07/selayang-pandang-mohammad-natsir/

Post a Comment

0 Comments