Bangsa Yang Tadinya Peramah Kini Pemarah, Target 20 Juta Wisman Terancam


DEMOKRASI - Ratusan mahasiswa baru Politeknik Pariwisata Palembang (Poltekpar) berjanji mengkampanyekan “Indonesia Ramah” sebagai dukungan untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun ini.

Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap menegaskan, Poltekpar Palembang akan menindaklanjuti arahan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang memutuskan Palembang sebagai destinasi Sport Tourism Indonesia.

Untuk itu, ada dua hal yang saat ini menjadi fokusnya yaitu pendidikan SDM Pariwisata dan kerjasama antara Poltekpar Palembang dan berbagai pihak terkait baik lokal ataupun nasional bahkan internasional, pemerintah ataupun swasta, untuk bersama-sama mewujudkan Palembang sebagai Kota Destinasi Sport Tourism.

Janji kampanye “Indonesia Ramah” tersebut dideklarasikan mahasiswa baru Poltekpar Palembang dalam acara Pembinaan Sikap Dasar dan Profesi (PSDP) yang diadakan di Kampus Poltekpar Palembang, Sumatera Selatan, baru-baru ini (Jumat, 9/8).

Hadir juga dalam acara tersebut, Alumnus Lemhannas RI PPSA XXI, AM Putut Prabantoro.  Menurut Putut, ada masalah serius dalam hal karakter bangsa Indonesia di masa setelah reformasi.

Bangsa Indonesia tidak lagi bangsa yang ramah. Orang Indonesia berubah menjadi mudah tersinggung meski dalam perkara sangat remeh. Media sosial tidak dimanfaatkan untuk tujuan positif malah menjadi sarana memancing konflik dan kebencian.
"Perubahan ini dilihat masyarakat dunia. Masyarakat dengan mudah tersulut kemarahan atau tidak santun lagi dalam berkomunikasi. Bukan hanya soal agama penyebabnya, tetapi juga dipicu faktor lain, misalnya perbedaan pilihan politik atau soal perbedaan suku dapat menjadi sumber kemarahan,” kata Putut.

Bila kondisi ini tidak diperbaiki, akan memberi efek negatif kepada  industri pariwisata Indonesia.

Karena itu Putut mendorong para mahasiswa Poltekpar Palembang secara terbuka mengkampanyekan "Indonesia Ramah" bagi dirinya sendiri dan rekan-rekan segenerasinya.

SUMBER

Sumber DEMOKRASI News https://www.demokrasi.co.id/2019/08/bangsa-yang-tadinya-peramah-kini.html

Post a Comment

0 Comments