Ancam Peternakan Unggas Rakyat, Impor Ayam Brasil Pelaku Usaha

Jakarta, Swamedium.com — Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (Arphuin) mengaku menolak keras impor daging ayam Brasil. Pasalnya, impor berpotensi menghancurkan peternakan unggas rakyat

Seperti diketahui, aksi impor itu merupakan konsekuensi yang harus ditanggung Indonesia lantaran kalah menghadapi gugatan Brasil ke World Trade Organization (WTO) terkait ekspor daging ayam.

Kepala Bidang Hukum dan Humas Arphuin Cecep M Wahyudin menyatakan para pelaku perunggasan khawatir terhadap situasi tersebut. “Arphuin menolak keras impor daging ayam Brazil,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (15/8).

Sekadar mengingatkan, kekalahan Indonesia atas Brasil itu bermula dari gugatan Brasil yang didaftarkan ke WTO pada 2014 lalu. Di dalam gugatan itu, Brasil mengeluhkan penerapan aturan tak tertulis yang dilakukan Indonesia.

Aturan tak tertulis itu dianggap menghambat ekspor ayam Brasil ke RI sejak 2009 silam. Tiga tahun berikutnya, Indonesia diputuskan bersalah karena tidak mematuhi empat ketentuan WTO.

Sebagai konsekuensi, Indonesia harus mengubah ketentuan impornya. Pemerintah pun mengakomodasi dengan mengubah dua aturan.

Kedua aturan antara lain, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 65 Tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan produk Hewan, serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pemasukan Karkas, Daging, Jeroan, dan Olahannya ke Dalam Wilayah NKRI.

Kendati begitu, Brasil tetap tidak puas dengan perlakuan Indonesia. Pada Juni lalu, Brasil mengatakan Indonesia masih menghalang-halangi ekspor ayamnya ke Indonesia dengan menunda sertifikasi kebersihan dan produk halal.

Menurut dia, Indonesia telah swasembada dalam produksi karkas ayam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) potensi produksi karkas ayam pada 2018 sebesar 3,38 juta ton, sementara proyeksi kebutuhannya hanya 3,05 juta ton.



sumber SwaMedium https://www.swamedium.com/2019/08/16/ancam-peternakan-unggas-rakyat-impor-ayam-brasil-pelaku-usaha/

Post a Comment

0 Comments