Rekonsiliasi: Dulu Nolak Sekarang Ngemis

Jakarta, Swamedium.com — Sejak digelar “Aksi Bela Islam (ABI)” yg berjilid-jilid, mulai dari ABI 1410, lalu ABI 411, kemudian ABI 212, juga ABI 121, sampai ABI 313, hingga akhirmya Ahok Si Penista Agama diproses hukum & dijadikan “Tersangka” serta disidang sbg “Terdakwa”, sebenarnya IB-HRS bersama UBN dan para Ulama lainnya telah beberapa kali melontarkan ide REKONSILIASI NASIONAL utk meredam ketegangan antara Umara & Ulama.

Usul REKONSILIASI secara khusus disampaikan IB-HRS saat Pidato di Aksi Bela Islam 112 pd tgl 11 Februari 2017 di Masjid Istiqlal, setelah sehari sebelumnya digelar pertemuan dg Menkopolhukam RI Wiranto di rumah dinasnya.

Di Masjid Istiqlal saat itu HRS menyampaikan bhw syarat mutlak REKONSILIASI NASIONAL adalah Proses Hukum Ahok harus berjalan scr adil tanpa intervensi pemerintah & Ahok jangan dicalonkan lagi sbg Gubernur DKI Jakarta.

Namun saat itu Pemerintah menolak, justru mati-matian berupaya menyelamatkan Ahok dg aneka kekuatan kekuasaan, bahkan tetap ngotot mencalonkan Ahok sbg Cagub dlm Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 walau pun berstatus sbg “Tersangka” kemudian menjadi “Terdakwa” ketika itu.

Setelah Ahok kalah di Pilkada & kalah pula di Pengadilan, sehingga Ahok *”Lengser & Longsor”*, maka ketegangan semakin meningkat. HRS dikriminalisasi dg 16 Kasus Rekayasa & dikejar utk ditangkap, tapi HRS berhasil lolos HIJRAH ke Mekkah.

Setelah tidak berhasil menangkap HRS. Pemerintah Indonesia mengirim beberapa Pejabat Tinggi Negara scr bergantian diam-diam menemui HRS di Saudi sejak 2017 hingga 2019, utk membujuk & merangkul HRS agar di Pilpres 2019 bisa mendukung Jokowi dg aneka janji menggiurkan, termasuk penghentian semua kasus & penjemputan pulang. Namun ditolak mentah-mentah oleh HRS.



sumber SwaMedium https://www.swamedium.com/2019/07/10/rekonsiliasi-dulu-nolak-sekarang-ngemis/

Post a Comment

0 Comments