Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Pekerjaan Rumah KPU yang Belum Selesai

– Pemilu 2019 telah berakhir setelah penetapan hasil sidang MK yang menolak seluruh gugatan permohonan Prabowo-Sandi dan memastikan kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Namun, masih menyisakan masalah yang sangat memprihatinkan yaitu ratusan petugas KPPS yang meninggal sampai detik ini masih menimbulkan tanda tanya.

Masyarakat masih bertanya dalam kondisi ironis yang meninggalnya 600 lebih petugas KPPS, dan bahkan ada isu bahwa desain sistem demokrasi serentak yang mendesain adalah Mahkamah Konsitusi, sehingga juru Bicara MK angkat bicara.

“Persoalan implementasi di lapangan, ini persoalan yang harus dilihat dan disikapi secara rasional. Artinya, jalan keluarnya bukan dengan menghendaki hal-hal lain yang justru tidak sejalan dengan konstitusi, termasuk dengan menyalah-nyalahkan MK yang telah memutus desain Pemilu serentak,” kata Juru Bicara MK Fajar Laksono.

Muh. Fachrurrozy Basalamah selaku Direktur Bakornas LKMI PB HMI menegaskan bahwa jika ingin penyebab kematian petugas KPPS diketahui pasti maka harusnya dilakukan pemeriksaan luar dan dalam kepada korban, bahkan urin dan darahnya pun harus diperiksa. Lebih pastinya lagi kita harus melakukan autopsi tentunya dengan izin keluarga, agar kita ketahui jelas penyebabnya jika mereka kelelahan, serangan jantung dll pasti akan terdeteksi.

Berdasarkan data yang diambil dari laman resmi Kemenkes Sehat Negeriku, saat ini mereka sudah mendapatkan data dari 15 provinsi. Berdasarkan laporan dinas kesehatan dari 15 provinsi itu jika diakumulasikan, ditemukan kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan. Ke 13 penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multi organ. Kebanyakan usia korban meninggal di kisaran 50-59 tahun.



sumber SwaMedium https://www.swamedium.com/2019/07/04/ratusan-petugas-kpps-meninggal-pekerjaan-rumah-kpu-yang-belum-selesai/

Post a Comment

0 Comments