Pulangkan Habib Rizieq Syarat Rekonsiliasi, Kubu Jokowi: Salah Kaprah


DEMOKRASI - Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily, menanggapi soal wacana rekonsiliasi Prabowo-Jokowi sebaiknya memberikan kesempatan Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Ia menilai hal itu salah kaprah.

"Kalau rekonsiliasi politik dipahami dengan maksud untuk negosiasi kasus hukum, semakin salah kaprah," kata Ace saat dihubungi, Jumat, 5 Juni 2019.

Ia menjelaskan, Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, hukum harus ditegakkan kepada siapa saja, tak terkecuali. Apalagi tujuan rekonsiliasi itu dimaksudkan salah satunya untuk tujuan kepulangan Rizieq Shihab, menjadi salah kaprah.

"Bagi saya aneh. Kalau Rizieq Shihab mau pulang, ya pulang saja. Kalau dia tak merasa bersalah secara hukum, hadapi saja dengan pulang ke Tanah Air. Tidak perlu diistimewakan segala. Katanya equality before the law," kata Ace.

Kata Ace, wacana pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo sudah berkali-kali disampaikan pasca-penghitungan di Komisi Pemilihan Umum dan keputusan Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, Jokowi sangat terbuka untuk bertemu dengan Prabowo. Ajakan pertemuan itu pun sudah disampaikan Jokowi.

"Soal kapan waktunya, pada saatnya akan ada pertemuan dalam momen yang tepat," kata Ace.

Ia mengaku tidak setuju kalau tujuan rekonsiliasi akan membagi-bagi kursi. Namun pertemuan itu penting untuk merajut silaturahmi pasca-penetapan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

"Dengan silaturahmi itu akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita sebagai bangsa kembali menyatu. Dibutuhkan suasana yang kondusif untuk menjaga situasi politik Indonesia. Kalau persoalan hukum, kita harus pisahkan dengan politik. Proses hukum biarlah menjadi ranah hukum, jangan diintervensi persoalan politik," kata Ace.

Sebelumnya, mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai bila narasi rekonsiliasi akan digunakan, maka paling tepat memberikan kesempatan pada Habib Rizieq Shihab kembali ke Indonesia. Lalu, menyetop upaya kriminalisasi dan saling memaafkan.

"Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada Habib Rizieq kembali ke Indonesia, setop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan," kata Dahnil melalui akun twitternya @Dahnilanzar, Jumat, 5 Juli 2019.

Ia menambahkan bahwa saat ini, sebaiknya saat ini semuanya membangun toleransi yang autentik. Lalu juga menyetop stigmatisasi radikalis.

"Kita bangun toleransi yang otentik, setop narasi-narasi stigmatisasi radikalis dll," cuit Dahnil.

SUMBER

Sumber Demokrasi Online https://www.demokrasi.co.id/2019/07/pulangkan-habib-rizieq-syarat.html

Post a Comment

0 Comments