Maaf Lahir Batin

Bogor, Swamedium.com — Pesan ini disampaikan oleh almarhum, yang oleh sebagian kalangan prodem dianggap tidak tahu diri, kok dicurangi protes, kok ditembaki tidak terimakasih seperti Andri Bibir yang perkasa dan tawadhu atau tokoh istana yang mengundang tokoh kartun lainnya pedagang cum pengemudi ambulan zigzag. Lho kok marah dikepung dan dibombardir gas air mata dan petasan sampai sulit bernafas, kok keki masjidnya diserang.

Maka CCTV di perempatan Sabang, Kebon Sirih, Taman Suropati, seharusnya mendapat penghargaan sebagai pembela HAM walaupun dia benda mati tapi bisa menghidupkan bukti, apa lacur Anies Baswedan yang terlanjur dijadikan musuh bersama oleh media pro Jokowi harus hancur karena keberaniannya memberikan pernyataan jumlah korban saat itu, saat media pro Jokowi berpura-pura tidak ada aksi damai.

Kembali kepada fitri, yang artinya kembali kepada fitrahnya, bahwa manusia itu benar – menuju dan mencari jalan kebenaran sampai ajal menjemputnya. Maka selain memohon ampun kepada Penciptanya, mereka harus meminta maaf pada sesama manusia.

Dulu Gus Dur menggambarkan para intelektual gemar lupa, sehingga ada slogan Menolak Lupa. Kebutuhan praktisnya untuk mengingatkan bangsa agar tida mengulangi tindakan yang sama, mengorbankan orang lain sebagai piramida kurban manusia.

Sekarang seharusnya intelektual diingatkan untuk Menolak Pura-pura. Fungsi praktisnya adalah memperbaiki sejarah saat ini juga. Penyakit pura-pura lebih jahat dari penyakit lupa, karena hilangnya kejujuran dari hati, bahkan sebelum bicara keadilan di pikiran.

Kami yang terbaring di alam kubur tersenyum mendengar takbiran. Sedangkan yang masih hilang, yang berada di rumah sakit namun tak boleh dijenguk, semoga bisa segera bertemu kembali dengan keluarga.

Untuk intelektual yang suka pura-pura, dalam hatinya mana kita tahu. Ketakutan dan teror oleh negara selalu menjadi pendekatan efektif bagi kaum fasis untuk mempertahankan kekuasaan. Mungkin para intelektual ini tidak pura-pura namun telah mengubah keyakinannya, entah menyebutnya dengan apa, saya kehabisan kosa kata.



sumber SwaMedium https://www.swamedium.com/2019/06/08/maaf-lahir-batin/

Post a Comment

0 Comments