Jonru: Tak Ada Istilah Kapok Dalam Berjuang Membela Kebenaran


Sabtu, 8 Juni 2019

Faktakini.net

Sejak saya bebas, ada satu jenis komentar netizen yang membuat saya tak sanggup menahan emosi:

"Jonru sekarang lembek, tidak lagi garang kayak dulu."

Duhai! Saya beritahu satu hal, ya:

Saya sudah pernah merasakan bagaimana pedihnya menjalani proses hukum, mulai dari BAP di kantor polisi, persidangan di pengadilan, hingga hari-hari yang penuh dengan penderitaan di dalam penjara. Belum lagi soal kepedihan hati karena harus berpisah dengan keluarga, bisnis saya bubar, kehilangan sumber penghasilan, dan sebagainya.

Terus terang, semua itu membuat saya kapok. Bukan kapok membela kebenaran, tapi kapok masuk penjara. Saya tidak ingin masuk penjara lagi. Saya tidak rela jika kembali harus menjalani semua kepedihan tersebut, untuk "menebus" kesalahan yang tak pernah saya lakukan.

Banyak aktivis yang setelah keluar dari penjara justru jadi takut membela kebenaran, jadi takut berjuang.

Jadi, jika sampai saat ini saya masih berani berjuang, berani membela kebenaran, itu artinya alhamdulillah masih sangat lumayan.

Bagi saya, tak ada istilah kapok dalam berjuang membela kebenaran.

Jika ada orang yang masih ngotot berkata, "Jonru sekarang lembek, tidak lagi garang kayak dulu," saya dapat pastikan bahwa mereka ini termasuk TIPE MANUSIA EGOIS. Mereka hanya memikirkan diri sendiri, tidak pernah memahami orang lain. Mereka hanya menginginkan Jonru tampil seperti yang mereka inginkan, tanpa pernah berusaha memahami orang lain.

Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih tetap istiqomah dalam berjuang. Jika Sahabat melihat saya sudah berbeda, tidak lagi segarang dulu, lantas Anda memakluminya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengertian Anda.

Namun jika Anda tetap ngotot, berharap agar saya tetap seperti dulu, sambil menuduh saya sudah lembek dan seterusnya, maka mohon maaf jika saya akan memblokir Anda. Saya tidak membutuhkan orang seperti Anda.

Saya percaya bahwa di dalam berdakwah, berjuang membela kebenaran, ada begitu banyak cara dan strategi yang bisa kita tempuh. Ada kalanya kita garang, menyerang secara terang-terangan. Ada kalanya kita bermain cantik dan halus. Bahkan ada kalanya kita harus bersembunyi di dalam gua seperti Ashabul Kahfi. Ada kalanya pula kita melarikan diri ke negeri lain, seperti yang dulu dilakukan oleh Rasulullah beserta para Sahabat.

Maka jika Anda termasuk orang yang kecewa pada saya karena menganggap Jonru sudah lembek, tidak lagi segarang dulu, maka mungkin Anda perlu belajar tentang strategi dakwah. Juga belajar memahami orang lain.

Mohon maaf dan terima kasih.

Jonru

sumber Fakta Kini https://www.faktakini.net/2019/06/jonru-tak-ada-istilah-kapok-dalam.html

Post a Comment

0 Comments